Cari Blog Ini

Senin, 20 Mei 2013

OOGENESIS



OOGENESIS (ovogenesis)

Proses pembentukan dan perkembangan ovum
Differensiasi ova terjadi dalam 2 tahap yaitu tahap mitosis dan tahap meiosis
Mitosis (Multiplikasi) : Oogania berproliferasi dari germ sel (primordia) menghasilkan beberapa generasi sel yang identik.
Oogonia memasuki profase pada pembelahan meiosis I setelah menjadi oosit primer. Oosit primer berhenti pada profase sampai dewasa kelamin terjadi.
Pembelahan meiosis I menyebabkan terjadinya perubahan oosit primer ke oosit sekunder. Pada umumnya terjadi sebelum ovulasi, kecuali pada kuda dan anjing pembentukan oosit sekunder terjadi pasca ovulasi. Pada saat ovulasi oocit pada stadium metafase II dari meiosis II.
Pembelahan meiosis II berlanjut bila spermatozoon menembus zona pelusida dan mengaktifkan oosit sekunder.
Oosit primer dalam folikel primer masih berupa sel diploid yang mengandung 46 kromosom. Dari pubertas sampai menopause, sebagian dari kumpulan folikel mulai berkembang, menjadi folikel sekunder (antrum) secara siklis. Sesaat sebelum ovulasi, oosit primer, yang nukleusnya berada dalam fase henti meiosis selama bertahun-tahun, akan menyelesaikan pembelahan meiosisnya yang pertama. Pembelahan ini menghasilkan 2 sel anak, masing-masing menerima satu set yang terdiri dari 23 kromosom ganda. Namun hampir semua sitoplasma berada berasama salah satu sel anak yang sekarang disebut sebagi oosit sekunder dan ditakdirkan menjadi ovum. Kromosom di sel anak lainnya dengan sedikit bagian sitoplasma membentuk badan polar pertama. Dengan cara ini, calon ovum kehilangan separuh dari kromosomnya untuk membentuk sebuah gamet haploid tetapi mempertahankan semua sitoplasmanya yang kaya nutrien. Masuknya sperma ke dalam oosit sekunder diperlukan untuk memicu pembelahan meiosis kedua. Oosit yang tidak mengalami fertilisasi tidak akan pernah menyelesaikan pembelahan ini. Selama pembelahan ini, separuh set kromosom bersama sedikit sitoplasma disingkirkan sebagai badan polar kedua. Separuh set kromosom lainnya, yakni 23 kromosom tanpa pasangan, tertinggal dalam apa yang disbeut dengan ovum matang (Sherwood, 2001).

Siklus estrus
Estrus adalah periode aktivitas reproduksi yang bervariasi dipengaruhi oleh hormon trofik adenohipofisis
Estrus dibagi 5 periode secara kontinyu yaitu proestrus, estrus, metestrus, diestrus dan anestrus.
1) Proestrus: peningkatan pertumbuhan folikel di bawah pengaruh FSH à mulai produksi estrogen à level estrogen meningkat, dan progesteron menurun.
2) Estrus : ditandai pengaruh puncak estrogen pada organ kelamin, periode birahi,betina mau ditangkari.
3) Metestrus : tahap peralihan, estrogen menurun dan progesteron mulai naik.
4) Diestrus : pengaruhi hanya progesteron, fertilisasi ova diikuti kebuntingan yang merupakan diestrus panjang.
5) Anestrus: terjadi bila tidak ada fertilisasi, merupakan periode yang panjangnya bervariasi, alat reproduksi relatif laten.

Perbedaan spesies
– Hewan bersifat monoestrus atau poliestrus. Hewan monoestrus (anjing) 1 siklus estrus diikuti anestrus panjang.
– Hewan poliestrus (sapi, babi, rodensia) 1 siklus estrus berakhir diestrus dan kembali ke proestrus.
– Hewan poliestrus musiman (kuda, kucing, domba, kambing) diestrus diikuti anestrus sebelum proestrus, anestrus hewan ini lebih pendek dibandingkan hewan monoestrus.

Perubahan-perubahan yang terjadi selama Siklus Estrus :
1) Proestrus
o Ovarium à tanggap terhadap FSH, folikel tumbuh cepat, mulai aktivitas sekresi estrogen.
o Uterus à epitelium permukaan hipertrofi, glandula uterina lurus, jaringan ikat vaskularisasi dan kongesti, terjadi hemoragi, heterofil menembus epitelium permukaan. Pada kucing, glandula lurus dan terjadi hemoragi dalam lamina propria mukosae. Pada anjing, endometrium tebal dan glandula membesar sedangkan epitelium permukaan berbentuk kolumner.
o Vagina à epitelium permukaan kornifikasi., batas sitoplasma yang membulat digantikan tepi yang lurus, inti piknotik dan mungkin menghilang, ditengah tengah proestrus, eritrosit banyak,macam bakteri ditemukan bebas (di atas atau dalam sel epitel)
2) Estrus
o Ovarium à folikel masak, sekresi estrogen maksimum, sekresi FSH turun dan sekresi LH mulai à ovulasi. Ovalasi dianggap sebagai transisi antara estrus dan metestrus atau bagian tahap metestrus.
o Uterus à pada anjing endometrium tebal, epitelium permukaan proliferasi dan kelenjar berkembang sekali, aktivitas sekresi bertambah. Infiltrasi leukosit mononukleus di epitelium, ruang jar. ikat terjadi kongesti, edema dan hemoragi.
o Vagina à epitelium kornifikasi dengan tepi sel piknotik. Estrus akhir à sel epit. tanpa inti, jumlah eritrosit berkurang, berbagai bakteri ditemukan, debris sel banyak, neutrofil muncul lagi 1-2 hari sebelum diestrus. Pada usap vagina anjing, terdapat banyak sekali sel superfisial, sedikit eritrosit, banyak bakteri, netrofil tidak normal ditemukan.
3) Metestrus
o Ovarium à korpus luteum berkembang, sekresi progesteron mulai.
o Uterus à hiperplasi kelenjar berlanjut, kelenjar berkelok, aktivitas sekresi berlanjut, edema berkurang/hilang. Pada sapi, terjadi hemoragi, banyak eritrosit pada hemoragi di bawah sel epit. permukaan, sel permukaan dan sel kelenjar bentuk kolumner atau kuboid. Pada anjing, kelenjar dan uterus membesar.
4) Diestrus
o Ovarium à korpus luteum dan sekresi progesteron maksimum, bila tidak bunting -> korpus luteum involusi dan degenerasi menjadi korpus albikans pada akhir diestrus, bila bunting -> korpus luteum maksimum.
o Uterus à hiperplasi glandula maksimum, kelenjar berkelok, bila fertilisasi -> sekresi glandula maksimum dipertahankan, bila tidak fertilisasi -> vakularisasi berkurang, aktivitas sekresi berhenti, sel permukaan dan kelenjar involusi. Pada anjing, endometrium dan glandula berkembang maksimum.
5) Anestrus

Tahapan dari ovulasi sampai implantasi
· Ovulasi ditimbulkan oleh lonjakan gonadotropin praovulasi yang diinduksi oleh estrogen
· Pada hewan umumnya dapat terjadi dimana saja pada permukaan ovarium
· Pada kuda terjadi di fosa ovulasi, karena susunan kortek dan medulanya
· Tidak terjadi penekanan pada ovarium
· Noda nekrotik / parut terjadi dan otolisis
· Oosit dengan koronanya terbebas
· Folikel kolaps
Sel techa dan granulosa membentuk korpus luteum dalam folikel yang sudah kosong

Siklus ovulasi

Tahap Fertilisasi
1. Sperma diejakulasikan dari penis, lalu sebelum menuju ke ampula tubae uterinae, harus melewati beberapa tahap, yaitu:
a. Kanalis servikalis
Selama daur haid berlangsung, mukus servikalis terlalu tebal untuk dilewati oleh sperma. Hal ini dikarenakan kadar estrogen yang rendah sedangkan kadar progesteron yang tinggi.
Ketika folikel ovum matang, maka kadar estrogen akan menjadi tinggi. Hal ini mengakibatkan mukus servikalis tersebut menjadi tipis dan encer, sehingga sperma dapat melewati kanalis servikalis.
b. Uterus
Kontraksi dari miometrium akan mengaduk sperma ke segala arah, yang mengakibatkan sperma tersebar ke lumen uterus.
c. Tubae uterinae
Ketika sperma sampai di ampula tubae uterinae, sperma harus melawan gerakan silia yang gerakannya berlawanan dengan gerakan sperma.
Sperma bisa sampai di ampula tubae uterinae karena kadar estrogen yang tinggi, hal ini menyebabkan gerakan silia tubae uterinae yang sebelumnya berlawanan menjadi searah dengan gerakan sperma menuju ke ovum di ampula tubae uterinae.
2. Sperma sampai di ampula tubae uterinae
3. Ketika sperma akan bergabung dengan ovum, sperma harus menembus dinding korona radiata dan zona pelusida dari ovum.
4. Kepala sperma dilapisi dengan enzim akrosom, hal inilah yang membuat sperma dapat menembus dinding korona radiata.
5. Ketika sperma menembus membran plasma ovum, ovum akan melakukan serangkaian reaksi kimia yang membuat suatu lapisan pelindung di dinding ovum. Hal ini menyebabkan sperma lain tidak dapat menembus ovum lagi.

Tahap Implantasi
1. Selama 3-4 hari setelah pembuahan, zigot tetap berada di ampula tubae uterinae dan terus melakukan pembelahan, sampai terbentuk massa bola padat yang disebut morula.
2. Sementara itu, dinding endometrium akan mengeluarkan glikogen ke lumen uterus, yang nantinya glikogen ini akan digunakan sebagai cadangan makanan bagi morula.
3. Ketika kadar progesteron semakin meningkat, dinding tubae uterinae akan melemas dan mengakibatkan morula terdorong menuju lumen uterus.
4. Ketika morula sampai di lumen uterus, morula akan terapung bebas dan terus melakukan pembelahan. Morula pada tahap ini memperoleh energi dari glikogen yang disekresikan endometrium ke lumen uterus.
5. Sementara itu endometrium mendapat pengaruh progestreon fase luteal yang mengakibatkan meningkatnya vaskularisasi dan meningkatnya timbunan zat gizi di dinding endometrium.
6. Pada saat endometrium siap di implantasikan, morula akan mengalami proliferasi dan berdiferensiasi menjadi blastokista.
7. Blastokista melalui sel-sel trofoblastiknya akan mensekeresikan enzim-enzim proteolitik yang berguna untuk membuat lubang ke dinding endometrium.
8. Sebagai responnya endometrium akan mensekeresikan prostaglandin. Hal ini mengakibatkan meningkatnya vaskularisasi, meningkatnya timbunan zat gizi, dan menyebabkan edema.
9. Prostaglandin juga mengakibatkan dinding endometrium mengalami modifikasi, yang disebut desidua, dimana desidua merupakan tempat tertanamnya blastokista pada akhirnya.
10. Lapisan trofoblas akan terus mencerna sel-sel desidua di sekitarnya untuk cadangan energi dari calon janin, sampai terbentuknya plasenta (Sherwood, 2001).


Parasit yang terdapat di organ reproduksi betina

1 Sapi • Schistosoma matthei
           • Tritricomonas foetus Di dinding vesica urinaria dan pembuluh darah
Menyebabkan abortus
2 Kambing Oesophagostomum columbianum Menyerang peritoneum, menyebabkan blackleg pada fetus
3 Kuda • Tripanosoma equiperdum
             • Klossiella equi Penyekit kelamin
Ada dalam ren
4 Babi Stephanurus dentatus Ada di ren
5 Karnivora • Capillaria plica
                   • Dioctophyma renale Di vesica urinaria, di ren
Di ren
6 Unggas Prossmogonimus Peradangan oviduct

Sabtu, 05 Januari 2013

SISTEM REPRODUKSI


SISTEM REPRODUKSI 

Arti dan Tujuan Arti  - Reproduksi merupakan suatu proses biologis di mana individu organisme baru diproduksi .   -  Reproduksi adalah cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan; setiap individu organisme ada sebagai hasil dari suatu proses reproduksi oleh pendahulunya

Tujuan   adalah Pembentukan individu baru dari individu yang telah ada  dan mempertahankan keberadaan jenisnya
Secara aseksual  adalah cara reproduksi makhluk hidup secara aseksual (tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina).  Umumnya terjadi pada hewan invetebrata Ada beberapa cara  :

a.Fragmentasi yaitu pemisahan salah satu bagian tubuh yang kemudian dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Contohnya Planaria sp dan Asterias sp.. 

bBudding/tunas/gemmulae yaitu pembentukan tonjolan pada salah satu bagian tubuh hewan dan adapat berkembang menjadi individu baru. Contohnya hewan Acropora sp dan Euspongia sp.
c. Parthenogenesis yaitu terbentuknya individu baru melalui sel telur ya

ng tanpa dibuahi. Contohnya lebah madu jantan, semut jantan dan belalang.


d. Paedogenesis yaitu terbentuknya individu baru langsung dari larva/nimpha. Contohnya pada Class Trematoda/cacing isap yaitu Fasciola hepatica dan Clonorchis sinensis.


e. Fisi yaitu pembelahan sel pada sel induk dan hasilnya akan berkembang menjadi individu baru. Dibedakanmenjadi 2 yaitu pembelahan biner, contohnya pada Bakteri dan pembelahan multiple paada Virus.Sporulasi yaitu dengandibentuknya spora pada sel indukdan akhirnya spora akan berkembang menjadi individu baru. Contohnya pada Plasmodium sp. 

Secara seksual,
  Reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya dari jenis kelamin yang berbedaSuatu  individu dapat melakukan reproduksi tanpa keterlibatan individu lain dari spesies yang sama  Dimana Melibatkan 2 induk yaitu jantan memberikan 1 sel sperma dan betina memberikan 1 sel telur (ovum), dan bergabung membentuk telur bertunas (zigot) dan berkembang menjadi satu atau lebih individu baru 


Alat reproduksi hewan jantan   Susunan alat kelamin jantan pada umumnya terdiri dari:Alat kelamin utama yaitu gonad atau testisSaluran alat kelamin yang terdiri dari epididymis, vas deferens, ampula dan urethra. Kelenjar-kelenjar asesoris yaitu vesikularis, prostata dan Cowper

.Alat kelamin luar yaitu penis yang terdiri dari  preputium dan skrotum. Alat Reproduksi hewan  Betina 

a. Ovarium  Merupakan alat kelamin betina yang bertanggung jawab atas diferensiasi dan pelepasan oosit matang untuk fertilisasi dan perkembangbiakan dari spesies. Ovarium juga sebagai organ endokrin yang memproduksi hormon steroid yang memungkinkan berkembangnya ciri-ciri seksual betina sekunder dan mendukung kebuntingan Pada umumnya, ovarium terdapat dua buah, yaitu kanan dan kiri yang terletak di dalam rongga pelvis.Strukturnya oval, Ovarium tidak terikat dengan tuba falopii dengan saluran telur yang terbuka ke arah fimbriae,

b. Tuba Falopii  Pangkal dari tuba falopii terdapat fimbrae, fimbrae adalah struktur berbentuk corong yang berfungsi menangkap ovum yang telah di ovulasi oleh ovarium dan akan di teruskan ke arah tuba falopii. Tuba falopii merupakan saluran reproduksi betina yang kecil, berliku-liku dan kenyal serta terdapat sepasang dan merupakan saluran penghubung antara ovarium dan uterus. 

c.  Uterus biasanya memiliki dua buah tanduk (kornua uteri), satu buah tubuh (korpus uteri), dan satu buah leher rahim (servik uteri). Tipe bentuk uterus hewan ada bermacam-macam, antara lain:Uterus Simpleks Uterus tipe ini dimiliki oleh primata dan mamalia sejenis.Uterus tipe ini mempunyai servik uteri, korpus uteri nya jelas dan tidak memiliki kornua uteri.

Uterus Bipartitus  Uterus tipe ini dimiliki oleh sapi, domba, anjing, kucing, dan kuda. Uterus tipe ini mempunyai satu servik, korpus uteri jelas terutama pada kuda, mempunyai kornua uteri, dan terdapat sebuah septum pemisah kedua kornua uteri.

Uterus Bikornis Uterus tipe ini dimiliki oleh babi. Korpus uterus sangat pendek, sebuah servik dan kornua uteri panjang serta berkelok-kelok.


Uterus Duplek Uterus tipe ini dimiliki oleh tikus, mencit, kelinci, dan marmot. Uterus tipe ini memiliki dua korpus uteri, dan dua servik

.Uterus Delphia Uterus tipe ini dimiliki oleh hewan berkantung, seperti opossum, kanguru, dan platypus. Semua saluran kelaminnya terbagi dua yaitu dua kornua uteri, dua korpus uteri, dua servik, dan dua vagina.

d. VaginaMerupakan saluran kelamin betina yang berfungsi sebagai tempat penumpahan semen. Vagina juga merupakan jalur pengeluaran fetus dan plasenta pada saat partus.


Spermatogenesis    adalah  Proses pembentukan gamet jantan

oogenesis   Adalah Proses pembentukan gamet betina. 

Kamis, 13 Desember 2012

HEWAN VETEBRATA


Pengertian
 
  Hewan vertebrata adalah hewan yang memiliki tulang belakang. Vetebrata merupakan subfilum chordata yang berderajat tinggi.
  Contohnya : Semua jenis ikan (kecuali remang, belut jeung, "lintah laut", atau hagfish), katak, reptil, burung, serta hewan menyusui

Ciri-ciri
}Memunyai ruas tulang belakang
}Mempunyai carnium (tulang otak)
}Tubuhnya simetris bilateral
} tubuhnya terlindung oleh kulit
}Rangkanya berupa rangka dalam (endoskeleton)
} telah memiliki rongga badan
}Alat pernapasan ada 2 macam : yang hidup didarat paru-paru dan yang hidup diair ingsang atau paru-paru
} alat pencernaan terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan
} alat ekeresinya sepasang ginjal
}Alat peredaran darahnya jantung dan pembuluh darah
} susunan syarafnya telah berkembang dengan baik
} vetebrata berkelamin terpisah


KLASIFIKASI
Vertebrata dibagi menjadi beberapa kelas
.Kelas Pisces
.Kelas Amphibia
.Kelas Reptilia
.Kelas Aves
.Kelas Mammalia

Kelas Pisces
Kelas Agnatha
  Agnatha ("hewan tidak berahang") atau Cyclostomata ("hewan bermulut lingkar") adalah salah satu superkelas dari Craniata (hewan bertengkorak). Walaupun hidup di air, agnatha tidak dapat dikatakan sebagai ikan secara biologi karena tidak berahang, siripnya tidak berpasangan,dan rangka tubuhnya tersusun dari tulang rawan.
oAgnatha tidak mempunyai rahang.
o Mulut berbentuk lingkaran, gigi dari zat tanduk, dan mempunyai lidah.
o Kulit tidak bersisik,
oRangka dari tulang rawan
oJantung beruang dua.
oHidup di laut dan bernapas dengan insang.
oPencernaan makanan berupa pipa lurus, mempunyai anus, tanpa kloaka.


Kelas Chonrichthyes
¤Mulut yang berahang kuat terletak di bagian bawah tubuh
¤Celah insang berjumlah 5,  meskipun ada yang berjumlah 3,6,7 celah insang
¤Kulit ulet dan kasar bergigi karena adanya sisik gelakoid
¤Adanya sepasang pendekep (klasper) pada hewan jantan
¤Usus pendek dan lebar berisi membran ulir
¤Hati berukuran sangat besar
¤Fertilisasi terjadi secara internal, bersifat ovipar dan ada ovovivipar
Contoh hewannya : ikan hiu ( squalus sp), ikan cucur macan, ikan cucut ronggeng dan ikan pari
Kelas Osteichthyes
} Mulut terdapat di bagian depan tubuh
}Celah insang satu di masing-masing sisi kepala
}Sirip ekor memiliki panjang yang sama pada bagian atas dan bawah
} Kulit licin karena sekresi mukus oleh kelenjar pada kulit
}Jantung terdiri dari 2 ruang
} Adanya gelembung renang sehingga tidak tenggelam saat tidak bergerak
}Sistem gurat sisi terdapat pada sisi tubuh
} Usus panjang dan ramping menggulung
}Fertilisasi ekternal
}Mengeluarkan telurnya atau bersifat ovipar
Kelas Osteichthyes dibedakan menjadi 3 ordo :
§ ganoidea : ikan yang bertulang rawan dan ikan yang bertulang sejati. Contohnya : ikan buaya dari amerika, selatan  ikan steur dari rusia, dan ikan senuk rumbai-rumbai dari sungai nil.
§ Dipnoi
  contohnya : ikan bermudi dan ikan paru-paru dari afrika
§ Telestei 
  contohnya : ikan mas, lele, dan tawes


Kelas Amphibia

Kelas Amfibia
  Amfibia atau amfibi (Amphibia), umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di dua alam; yakni di air dan di daratan. Amfibia bertelur di air, atau menyimpan telurnya di tempat yang lembap dan basah. Ketika menetas, larvanya yang dinamai berudu hidup di air atau tempat basah tersebut dan bernapas dengan insang. Setelah beberapa lama, berudu kemudian berubah bentuk (bermetamorfosa) menjadi hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas dengan paru-paru.

Amfibia mempunyai ciri-ciri:
}Tubuh diselubungi kulit yang berlendir
}Merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm)
}Mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik
}Mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang
}Matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam
}Pernapasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernapasannya berupa paru-paru dan kulit dan hidungnya mempunyai katup yang mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam
}Berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya (pembuahan eksternal).
Klasifikasi Amphibi
v Apoda (gymnophypona) yang meliputi semua amphibia tidak berkaki. Sepintas hewan ini berbentuk seperti belut. Contohnya : salamander cacing
v Urodella(caudata) meliputi seluruh amfibia yang mempunyai kaki dan ekor. Contohnya adalah salamander
v Anora yang meliputi seluruh amfibia tidak berekor . contonya : katak hijau besar dan katak macan
}Peran Amphibia
  Kodok atau katak dikenal manusia sebagai salah satu makanan lezat. Di rumah-rumah makan tyong howa , masakan kodok terkenal dengan nama swie kee. Selain itu dibeberapa di jatim telor-telur kodok tertentu uga di masak dan dihidangkan dara ruo pepes telur kodok. Kodok juga  dapat dimanfaatkan sebagai obat. Disekolah dan perguruan tinggi, kodok sering dijadiakn sebagai bahan pratikum untuk dibedah atau pengamatan lain

Kelas Reptilia
}Anggota tubuh berjari lima
} Bernapas dengan paru-paru
} Jantung beruang tiga tau empat
} Menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan eksoter
} Fertilisasi secara internal
} Menghasilkan telur sehingga tergolong ovipar dengan telur amniotik bercangkang
}Peredaran darah ganda, jantung beruang empat, sekat antar ruang belum sempurna


Klasifikasi reptil
} Squamata meliputi reptilia bersisik. Yang termasuk ordo ini adalah kadal,cicak,tokek, bunglon dan ular.
} Testudianata meliputi semua golongan kura-kura, penyu dan bulus.
} Crocodillia atau bangsa buaya
} Rhynchocephala meliputi seluruh reptilia primitif. Reptilia bangsa ini sekarang sudah punah
contohnya adalah triceratops dan sphenodon
}Peran Reptil
} Daging kura-kura dan penyu sering dijadikan sebagai bahan makanan
} Penyu sisik, sisiknya yang indah sebagai bahan perhiasan.
} Banyak jenis kura-kura yang ditangkapi untuk diperdagangkan sebagai hewan peliharaan
} Ular kobra yang amat berbisa dan ular sanca digunakan dalam pertunjukan-pertunjukan pemberanian
} Empedu, darah dan daging beberapa jenis ular sebagai obat berkhasiat tinggi, terutama dicina dan daerah timur lainnya
} Kulit beberapa jenis ular dan buaya memiliki  nilai yang tinggi sebagai bahan perhiasan, sepatu dan tas.
}Ular membantu manusai dalam mengontrol populasi tikus di sawah dan kebun


Kelas Aves
} Berparuh dari bahan keratin
} Tidak bergigi
} Struktur tulang menyerupai sarang lebah sehingga kerangnya kuat namun ringan
} Memiliki empedal untuk menghacurkan makanan
} Lambung berotot besar
} Bernapas dengan paru-paru
} Memiliki kantung udara
} Indera penglihatan sangat tajam
} Fertilisasi terjadi secara internal
} Bertelur sehingga tergolong hewan ovipar dengan ciri telur bercangkang dan kuning telur besar
} Mengerami telurnya dan merawat anaknya
}Peredaran darah ganda, jantung beruang empat, sekat sudah sempurna


Klasifikasi Aves
}Cacuariformes , contohnya : kaswaria australia dan kaswari dari pulau seram
}Columbiformes, contohnya : burung merpati dan burung tekukur
}Falconiformes, contohnya : elang dan rajawali
}Psittasiformes , contohnya : nuri dan parkit
}Galiformes , contohnya : ayam kampung, merak dan burung maleo
}Paseriformes, contohnya : burung kenari, burung gelatik dan beo
}
}Peran Aves
}Sebagai sumber protein yang penting, daging maupun telurnyaContohnya : ayam kalkun anggsa dan bebek
}Untuk kesenangan dan pelombaan. Contonya : merpati, perkutut , murai batu dll
}Untuk olahraga berburung. Contohnya : burung elang


Kelas Mamalia
}Semuanya menghasilkan susu sebagai makanan anaknya
}Mammalia juga berambut
}Geligi dengan berbagai ukuran dan bentuk rahang bawah tersusun dari satu tulang
} Bernapas dengan paru-paru
}Jantung beruang empat
}Diafragma di antara rongga perut dan rongga dada
} Otak yang lebih berkembang dibandingkan vertebrata lain
}Fertilisasi terjadi secara internal atau di dalam tubuh betina
}Melahirkan anaknya sehingga termasuk hewan vivipar


Klasifikasi Mamalia
}Monotremata, contohnya : echidna dan plathyfus
}Marsupialia, contohnya : kangguru, oposum dan koala
}Insectivora, contohnya : landak dan celurut
}Chiroptera, contohnya : kelelawar dan kalong
}Rodentia. Contohnya : marmut dan tupai
}Lagomorpha, contohnya : kelinci
}Cetacea, contohnya : paus dan lumba-lumba
}Sirenia, contohnya : duyung
}Carnivora, contohnya : singa, harimau, kucing, beruang dan srigala
}Proboscidea, contohnya : gajah
}Perissodactyla, contohya : kuda, keledai dan badak
}Artiodactyla, contohnya : kerbau, sapi dan domba
}Primata , contohnya : kera, tarsius, simpanse, orang hutan, gorilla dan manusia


Peranan Mamalia
}Hewan ternak contohnya : sapi, kerbau, kambing
} sumber protein, contohnya : sapi yang biasa diambil susu dan dagingnya
}Kotoran kerbau dapat digunakan sebagai pupuk atau bahan bakar jika dikeringkan
}Sebagai hewan peliharaan, contohnya : anjing dan kucing